Spesialis Hemodialisa: Mengenal Gagal Ginjal dan Penanganan dengan Hemodialisia

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran yang sangat vital dan tidak bisa tergantikan. Fungsi ginjal adalah untuk menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Ginjal akan mengirimkan racun ke kandung kemih yang akhirnya dikeluarkan bersama dengan urin saat buang air kecil. Namun ada kalanya fungsi ini terganggu hingga akhirnya berada di tahap mengalami penyakit gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal merupakan salah satu kondisi kesehatan yang cukup banyak menyerang masyarakat di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Kondisi ini bisa dialami oleh siapapun dari kalangan berbagai usia. Penyebab penyakit ini bisa dikarenakan kehilangan aliran darah menuju ginjal, masalah pembuangan urin, dll. Namun beberapa faktor juga bisa memicu terjadinya gagal ginjal, yaitu diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, atau faktor genetik. Seseorang yang mengalami gagal ginjal pasti serasa hidup sudah akan berakhir. Namun kini ada berbagai metode pengobatan untuk menanganinya, seperti hemodialisis di spesialis hemodialisa.

Penyakit gagal ginjal sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  • Penyakit gagal ginjal kronik (PGK).

Untuk PGK merupakan kondisi dimana terjadi penurunan fungsi ginjal karena berbagai sebab. Penurunan fungsi biasanya terjadi secara perlahan-lahan, namun progresif dan irreversible berlangsung hingga lebih dari tiga bulan. Hingga akhirnya ginjal berada pada kondisi sudah tidak mampu menjalankan fungsinya lagi.

  • Penyakit gagal ginjal akut.

Kemunculannya terjadi secara mendadak dan umumnya bisa membaik seperti sedia kala. Namun pada kondisi gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan tepat bisa berakhir menjadi PGK.

Minimnya informasi terkait penyakit ginjal di kalangan masyarakat, terkadang menjadi penyebab penyakit mematikan ini baru diketahui saat kondisi sudah parah. Sehingga penanganan lebih lanjut harus segera dilakukan, seperti dengan terapi pengganti fungsi ginjal yaitu cuci darah/dialisis, yang meliputi hemodialisis, peritoneal dialisis, dan cangkok ginjal (transplantasi ginjal). Berbicara tentang hemodialisis, cara ini terbilang banyak dijalani oleh penderita penyakit ginjal di Indonesia. Spesialis hemodialisa biasanya terdapat di rumah sakit besar tertentu. Sehingga pasien harus mencari informasi rumah sakit yang memiliki layanan ini. Hemodialisis digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal. Meskipun tidak sesempurna kerja fungsi ginjal yang asli, namun cara ini bisa membantu menormalkan kembali cairan, membuang sisa-sisa metabolisme tubuh, membantu menyeimbangkan asam, basa, elektrolit dalam tubuh, serta mengendalikan tekanan darah.

Proses dialisis dilakukan dengan cara mempertukarkan zat yang terkandung dalam dengan cairan dialisat (cairan yang menyerupai cairan pada tubuh yang normal). Proses pertukaran ini menggunakan bagian mesin hemodialisis yang bernama dialiser. Ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk proses ini, yaitu proses difusi dan ultrafiltrasi.

Kapan seseorang harus mulai melakukan hemodialisis adalah saat kondisi ginjal sudah tidak bisa lagi untuk menjalankan fungsinya. Dalam tahap ini pasien sudah berada pada stadium 5 PGK (penyakit ginjal kronik). Namun begitu masih ada faktor-faktor lain juga yang ikut menentukan kapan harus dilakukan hemodialisis pada penderita penyakit ginjal. Mengingat hemodialisis dilakukan untuk menggantikan sebagian dari fungsi ginjal dan bukan memperbaiki, maka lama harapan hidup pada penderita gagal ginjal ditentukan oleh faktor yang mempengaruhi, seperti usia, kondisi ginjal, penyakit dasar yang dimiliki, dll. Untuk rumah sakit yang tidak memiliki layanan ini, biasanya akan memberi rujukan pada pasien ke spesialis hemodialisa pada rumah sakit tertentu yang lebih berkompeten