Inilah 3 Gejala Kehamilan Ektopik yang Harus Diwaspadai

Merasa trauma dengan kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan? Maka penting untuk mengunjungi situs https://www.guesehat.com/kehamilan-ektopik-kehamilan-yang-terjadi-di-luar-rahim/page/2. Situs satu ini akan menjelaskan alasan atau penyebab kehamilan di luar kandungan dapat terjadi, gejala, dan tentunya tips untuk mencegahnya bisa terulang kembali. Pasalnya sebagian wanita yang mengalami kehamilan ektopik akan mengalami kondisi serupa di kehamilan berikutnya. Baiknya melakukan pencegahan dan dikonsultasikan dulu dengan dokter yang menangani Anda agar lebih aman.

Mengenal Gejala Kehamilan Ektopik

Kemudian wajib pula bagi setiap wanita untuk tahu betul gejala dari kehamilan ektopik ini supaya bisa segera ditangani karena membahayakan nyawa ibu itu sendiri. Adapun gejala dari kondisi abnormal saat hamil ini antara lain:

  • Mengalami nyeri di perut bawah,

Saat hamil di masa trimester pertama kemungkinan akan mengalami nyeri namun masih bisa ditahan yang artinya normal. Setelah beberapa minggu maka nyeri tidak akan muncul, namun tidak pada kehamilan ektopik yang nyerinya luar biasa. Bahkan terjadi sepanjang hari dan baiknya segera di periksakan ke dokter kehamilan untuk memastikan kondisi janin baik-baik saja atau sebaliknya.

  • Mengalami pendarahan,

Infeksi pada saluran falopi menjadi penyebab utama kehamilan ektopik dapat terjadi maka selain menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Kehamilan ektopik juga menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan selama masa kehamilan. Secara khusus pendarahan ini akan disertai dengan rasa nyeri dan semakin lama akan semakin terasa sakit. Sehingga perlu diperiksa lebih jauh dan kemungkinan besar dokter akan mengeluarkan janin yang berkembang tidak pada tempatnya.

  • Pusing dan juga lemas,

Pusing dan tubuh lemas menjadi proses alami seorang ibu yang tengah hamil muda yakni di trimester pertama. Beberapa bahkan bisa merasakannya sampai trimester terakhir namun dengan konsultasi rutin ke bidan maupun dokter tentu bisa menikmati masa kehamilan yang sulit tersebut. Sayangnya beberapa kondisi semacam ini menjadi gejala terjadinya kehamilan ektopik sehingga perlu rutin kontrol ke dokter kandungan. Apabila terbukti mengalami kehamilan ektopik baiknya segera ditangani agar keselamatan ibu terlindungi.